What’s Wrong with Breeding?

Posted: October 7, 2011 in All About Breeding

Okeh...jadi gini, ada yang nanya ke saya (by PM) tentang kenapa di GPL GP ga boleh diternakin. Saya coba jawab disini ya, biar sekalian mengedukasi GPL lainnya (dan mungkin menjawab pertanyaan GPL2 lainnya yang mungkin pengen juga nanyain hal yg sama). Sebelumnya, saya mo minta maaf dulu nih kalo mungkin bahasanya terlalu blak-blakan.

Pada dasarnya, GPL tidak mensupport breeding GP itu karena setelah research dari berbagai web, buku, dll, ternyata breeding GP itu lebih banyak merugikannya daripada menguntungkannya (merugikan hewannya dan juga merugikan ownernya).

Bagi org yg ingin mempertimbangkan untung-rugi breeder GP dari segi bisnis, mungkin bisa mempertimbangkan hal ini :

1. Biaya yang dibutuhkan untuk menjadi seorang breeder yang bertanggung jawab itu tidak murah.

Pertimbangkan mengenai biaya perawatan seekor hamster (untuk bedding dan makanannya sehari2 saja mungkin masih terjangkau. Biaya perawatan hamster sekitar 9ribu/ekor/bln (http://1001ideusaha.blogspot.com/2010/01/budidaya-hamster.html), anggap saja breeder hamsternya memberi perawatan ekstra sehingga biayanya per bulan bisa ampe 25ribu/bulan.
Sementara untuk 1 ekor GP, biaya per minggu untuk 1 ekor GP adalah sekitar 25-30ribu (hanya untuk makanan saja), berarti untuk 1 bulan sekitar 100ribu/ekor. Dan GP bisa disapih setelah usia 3 minggu (berarti biaya per ekor anakan GP adalah 175ribu)

2. Harga jual GP di Indonesia tidak tinggi.

Harga 1 ekor GP pasarannya anggap aja 200 ribu (malah kadang ada yg ngejual dgn harga 30-50ribu aja). Bandingkan dengan biaya yang dikeluarkan, sementara seekor GP tidak melahirkan setiap bulan. Biasanya akhirnya diakalinnya dengan menurunkan standar perawatan agar bisa tetap dapet untung (ini yg sama sekali tidak kami harapkan)

3. Ketersediaan tempat

Standar tempat tinggal yang layak untuk 1 GP adalah 91cmx76cm (setara dengan 0.7 meter persegi (guineapigcages). Sementara dalam Guide for the Care and Use of Laboratory Animals disebutkan kalo standar tempat tinggal untuk 1 GP adalah 0.65 meter persegi (beda tipis banget). Tidak semua orang memiliki tempat yang cukup luas untuk memberikan kandang yang layak bagi GP2nya. Backyard breeder biasanya berakhir dengan memberikan kandang yg sangat kecil untuk GP2nya.

3. Makanan GP bervariasi

Makanan pokok GP terdiri dari 3 macam makanan : hay/rumput, variasi sayur dan pellet. Dan tiap hari harus disupply vit C 25 mg. Dan semuanya harus diberikan secara daily. Bagaimana ketersediaan biaya untuk itu?

4. Rawan overpopulasi

Breeding GP rawan sekali overpopulasi, karena GP hampir sama seperti hamster yang berkembang biak cukup cepat. Kalo udah overpopulasi, trus gimana? Kebanyakan orang akhirnya menjual murah karena merasa rugi (ke siapapun tanpa mempertimbangkan apakah org tersebut membeli GPnya untuk memeliharanya atau memberi makan peliharaan reptilnya) , menghibah kesana-sini, mengandangkannya di kandang2 yg sempit karena tidak ada tempat lagi, memberinya makan ala kadarnya dengan prinsip yg penting hidup, dll.

5. Di Indonesia belum ada sertifikasi Pedigree untuk GP

Selama tidak ada sertifikasi Pedigree, berarti kemurnian ras seekor GP masih dipertanyakan. Sama seperti halnya kucing ras dengan kucing kampung, harganya pasti akan sangat jauh berbeda bukan? Padahal dari segi perawatan, seharusnya perawatan keduanya tidak dibedakan dan tidak pilih kasih. Tapi kalau dilihat dari segi bisnis, mana yang lebih menguntungkan? (ini kalau berbicara bisnis lho ya).
Ditambah lagi, dengan tidak adanya sertifikasi Pedigree, tentunya history genetik masing2 GP juga akan tidak diketahui. Hal ini hanya akan menambah resiko terjadinya kecacatan dan permasalahan genetika lainnya.

Pertimbangan dari segi kesehatan GP :

1. Resiko kematian 20% pada tiap kelahiran ( 1 berbanding 5)

Mungkin banyak yg berpikir, ah cuma 20%…tapi untuk suatu proses kehamilan dan kelahiran, angka 20% kematian itu termasuknya tinggi.
Baca :
http://www.guinealynx.info/forums/viewtopic.php?p=40722#40722
http://www.guinealynx.info/forums/viewtopic.php?p=387896#387896
http://www.cavyspirit.com/responsiblebreeder.htm
http://www.cavyspirit.com/documents/Re%20How%20do%20you%20start%20breeding.htm
http://www.cavyspirit.com/breeding.htm

2. Resiko kecacatan dan permasalahan genetika pada anakan GP

Terdapat beberapa kecacatan dan permasalahan genetika yang terjadi apabila breeding dilakukan tanpa pengetahuan yang matang. Seorang breeder yang baik harus tahu kecenderungan penyakit bawaan yang diderita masing-masing GPnya dan bagaimana mengatasi permasalahan ini agar penyakit bawaan tersebut tidak timbul pada anakan2nya. Beberapa diantara permasalahan karena genetik :
http://www.guinealynx.info/feet.html#poly
http://www.guinealynx.info/eyes.html#congenital

3. Semakin banyak GP semakin sulit mengontrol kondisi fisik satu persatu

Dengan banyaknya populasi GP, otomatis akan semakin sulit memeriksa kesehatannya satu persatu, kemungkinan GP terkena penyakit juga semakin tinggi. Breeder yg baik tidak menelantarkan GP2nya, tetapi justru memastikan kesehatan masing2 GP2nya dengan melakukan cek up secara rutin dan harus dibantu oleh vet (karena ada hal2 yang hanya bisa diperiksa melalui laboratorium, dll).

Dari segi “kodrat” (ini nih yang paling sering diperdebatkan oleh banyak orang):

1. Kodrat hewan adalah kawin dengan pasangan yang dipilihnya sendiri di alam bebas

Kenyataannya, GP kita kawin dengan pasangan yang telah kita pilihkan. Kemana dia akan melarikan diri kalau dirinya hanya hidup di kandang yang ukurannya hanya beberapa kali lebih besar dari dirinya, tanpa ada pilihan lain kecuali berlari memutari kandang untuk menghindar? (kalau saya lebih suka nyebutnya “ala siti nurbaya” Berbeda dengan di alam liar dimana dia bisa melarikan diri kemanapun ia suka kalau dia tidak menyukai pasangannya.

2. Kodrat hewan adalah melahirkan anak dan membesarkannya

Kenyataannya, banyak GP yang setelah melahirkan dan membesarkan, dipaksa untuk berpisah dengan induknya (untuk kemudian dijual), atau the worst case : dibiarkan sekandang dengan anak-anaknya dan dibiarkan kawin dengan anaknya sendiri.

3. Kasian sekali kalau GP betina tidak merasakan menjadi ibu. Kodrat setiap wanita di dunia ini adalah mendapatkan kebahagiaan menjadi seorang Ibu

Hewan kawin berdasarkan insting, insting ini berasal dari hormon yang muncul dalam siklus tertentu. Pada GP, dorongan hormon ini akan hilang dalam kurun waktu 1 tahun secara perlahan-lahan. Berbeda dengan manusia yang konsep kawin dan mempunyai anak tidak hanya didasarkan oleh hormon belaka (hormon oksitosin) , manusia memiliki kesadaran sepenuhnya tentang apa yang akan terjadi, bagaimana proses melahirkan, bagaimana resikonya, bagaimana dia akan membesarkan anak, dan lain-lain. Pada hewan, mereka tidak mengenal hal tersebut, mereka hanya merespon insting kawin yang terjadi tanpa tahu bahwa ada sesuatu yang sedang tumbuh di perutnya, semakin lama semakin membesar, dan resiko kematian disaat melahirkan (pada GP resiko kematian sebesar 20%).

Kurang lebih seperti itu pertimbangan-pertimbangannya. Dari hal-hal diatas, GPL menyimpulkan mungkin membreeding GP bukanlah hal yang tepat karena keterbatasan pengetahuan, keterbatasan sumber daya (terutama makanan), dll. Membiarkan kita-kita yang masih nubi membreeding GP mungkin hanya akan menambah permasalahan sosial aja, dan salah2 kita malah menyiksa GP dengan menjadi backyard breeder lengkap dengan guinea pig mill.

Tujuan GPL adalah memberikan perawatan yang terbaik baik GP2 yg kita punya. Makanya kita disini hanya memberikan perawatan sebagai pet owners agar kesejahteraan GP2 di Indonesia ga kalah dengan kesejahteraan GP2 di luar sana.๐Ÿ™‚

Jadi sepertinya jawaban atas pertanyaan “Kenapa GPL tidak mensupport breeding?” udah cukup jelas ya… Kami tidak ingin menambah jumlah calon pet owners yang hanya ingin “mencoba-coba” untuk breeding yang akhirnya hanya akan menyengsarakan GP2nya dan menyusahkan pet owner itu sendiri. Yang GPL promosikan adalah tentang perawatan GP sebagai pet yang kesejahteraan dan kebahagiaannya terjamin.

Comments
  1. Rachel says:

    Love this….
    If you want to be a breeder, well… harus sudah siap mental…

    anyway GP is a pet!
    ga ada kodrat harus pasang2an, hrs ngerasain jadi ibu dll…๐Ÿ™‚

  2. Necky says:

    gan, mw tanyak ..
    kebetulan gw punya sepasang GP di rumah ..
    jadi gimana tuh supaya ga terjadi seperti hal2 di atas ..??

    kalo di pisahkan kandang nya, mereka ga bisa main bersama lagi dong ..
    yang ada ntar masing2 dari GP mala stres idup ndirian n cuman bs saling pandang ama GP sebelah ..

    kalo di gabungkan, hamil pulak ..

    • benernya ada 3 jalan :
      – dipisah berdasarkan jenis kelamin dan diberikan teman yang satu jenis kelamin lagi (berarti bro harus adopt satu GP jantan dan satu GP betina lagi). Tapi konsekuensinya ya harus nambah kandang dan biaya perawatan pasti juga bertambah.
      – hibah salah satu dan adopt GP lain yang berjenis kelamin sama dgn GP yang akan tetap dipelihara.
      – disteril salah satunya agar tidak berkembang biak. Tapi resikonya cukup besar, mensteril GP berarti harus melalui proses operasi, dan setiap proses operasi pasti mengeluarkan biaya yang tidak murah dan juga pasti ada resiko kematian. Kita juga harus berhati2 dalam memilih vet yg benar2 ahli dalam menangani GP untuk mengurangi resiko (sejauh ini saya belum menemukan vet yg sangat berkompeten dalam menangani GP).

  3. Necky says:

    hoooooo … tq gan inpo nyaa .. kalo gitu gw ambl solusi yg pertama aja dehhh …..
    hehehe ..

  4. taniania says:

    Reblogged this on taniania | cavycatlover and commented:
    Kenapa GPL-KasKus tidak mensupport breeding? Ini alasannya

  5. gp breeder says:

    kalau tidak ada yang breeding, darimana saya mau beli gp ya…

    • Kalo semua orang breeding, siapa yang akan beli GPnya?๐Ÿ™‚
      Apakah dgn semua orang menjadi breeder lalu akan bisa memperhatikan kesejahteraan GP2nya sementara jumlahnya semakin lama semakin banyak?
      Tidak perlu cemas, selalu ada dua sisi dalam sebuah cerita. Walaupun GPL akan selalu mempromosikan anti breeding bagi para GP owners, tidak berarti semua breeder lalu akan lenyap begitu saja.
      Akan selalu ada pihak yang setuju, dan tidak setuju.

      GPL bukanlah forum anti breeder, tetapi forum anti breeding. Disini kami menghimbau agar para calon owner yang berniat membeli GP menentukan terlebih dahulu tujuan memelihara GP itu sebenarnya untuk apa, dan memperhitungkan kemampuan diri sendiri apakah telah mampu memelihara GP dari segi finansial, waktu, dan juga space. Blog ini dibuat sebagai salah satu panduan bagi calon owner yang ingin memelihara GPnya sebagai pet, bukan sebagai hewan ternak. Jadi memang tujuannya adalah untuk kesejahteraan GP sebagai hewan peliharaan. Untuk forum breeding, mungkin bro/sis silahkan mencari narasumber lain yang menyediakan info2 mengenai breeding.๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s