Makanan Manusia yang Berpotensi Membahayakan Guinea Pigs (by bro Kakusinger)

Posted: July 14, 2011 in The Foods
  • Minuman BeralkoholMinuman beralkohol yang dibuat dari etanol (gandum dan ethyl alkohol). Etanol beracun untuk hewan peliharaan, termasuk guinea pig, adapun etanol merupakan bahan paling berbahayaGejala-gejala keracunan alkohol pada kucing termasuk refleks menurun dan hilangnya koordinasi sistem syaraf tubuh. Gejala ini biasanya terjadi 15 sampai 20 menit setelah konsumsi.hewan peliharaan yang telah tertelan minuman beralkohol akan menunjukkan tanda-tanda depresi pernapasan. Perhatian medis segera sangat penting untuk hewan peliharaan yang telah menelan jumlah yang cukup besar dari minuman beralkohol untuk merangsangnya muntah.
  • Alpukat (Var. Guatemalan)

    Alpokat adalah tanaman asli dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang saat ini telah dibudidayakan secara ekstensif di berbagai negara, khususnya daerah tropis hingga subtropis. Terdapat tiga varietas utama dari alpokat yaitu Guatemalan, Mexican dan West Indian yang meliputi berbagai strain alpokat. Dari tiga varietas tersebut, hanya varietas Guatemalan yang bersifat toksik. Semua bagian dari tanaman tersebut bersifat toksik bila dimakan oleh ternak. Biji alpokat khususnya sangat toksik bagi babi.

    Alpukat Var. Guatemalan Berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah beriklim sub tropis ( 800 – 2.400 m dpl). Kurang tahan terhadap suhu dingin ( toleransi sampai -4,5 derajat C). Daunnya tidak berbau adas. Buah mempunyai ukuran yang cukup besar, berat berkisar antara 200 – 2.300 gram, kulit buah tebal, keras, mudah rusak dan kasar ( berbintil-bintil ). Masak buah antara 9 – 12 bulan sesudah berbunga. Bijinya relatif berukuran kecil dan menempel erat dalam rongga, dengan kulit biji yang melekat. Daging buah mempunyai kandungan minyak yang sedang.

    Konsumsi daun alpokat var. Guatemalan dapat mempengaruhi kesehatan hewan yang sedang dalam masa menyusui dengan menimbulkan gejala non-infectious agalactia dan mastitis. Dalam suatu wabah keracunan daun alpokat pada kambing, kelenjar kambing terlihat oedematous dan susu mengalami pengerasan. daun merupakan sumber toksisitas utama dari tanaman ini. Toxin alpokat memiliki predisposisi khusus untuk mempengaruhi kelenjar hewan yang sedang menyusui.

    Mastitis akan terjadi dalam 24 jam setelah diberi daun alpokat, yang terlihat berupa pengerasan dan pembengkakan kelenjar susu, sekitar 75% penurunan produksi susu; susu terlihat berair, keras dan seperti keju. batuk, lemah/depresi, malas bergerak, kesulitan bernapas.

  • Biji Buah Apel

    Biji apel mengandung asam cyanogenic. Rongga didalam buah cherry, dan biji dari buah yang terkait, termasuk persik, plum, almond, pir, dan aprikot, mengandung glikosida cyanogenic. Tubuh Anda dapat mendetoksifikasi sejumlah kecil senyawa sianida. Jika Anda tanpa sengaja makan biji ceri dalam pie atau menelan biji apel satu atau dua, anda mungkin akan baik-baik saja.

    Sebenarnya, jika Anda menelan biji beberapa keseluruhan, Anda akan menyerap minimal dari senyawa-senyawa beracun. Mengunyah biji membuat jauh lebih berbahaya bagi kesehatan anda. anak-anak dan hewan peliharaan jauh lebih mungkin untuk menderita keracunan dari makan biji buah-buahan tersebut.

    Gejala keracunan ringan termasuk sakit kepala, pusing, kecemasan, dan muntah-muntah. Dosis yang lebih besar dapat menyebabkan kesulitan bernapas, peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, serta gagal ginjal. Pada tingkat lanjut dapat berakibat koma, kejang-kejang, dan kematian karena gangguan pernapasan.

  • Rongga Buah Apricot

    Aprikot mengandung bahan kimia, Amygdalin, yang dapat dikonversi menjadi sianida dalam tubuh. Pada tahun 1950, beberapa praktisi kesehatan alternatif mempromosikan bahan kimia seperti Laetrile sebagai alternatif dalam pengobatan kanker karena diyakini sianida dapat membunuh sel kanker.

    Studi dilakukan pada hewan dan pada manusia dan menunjukkan bahwa Laetrile berguna sebagai pengobatan kanker, tetapi mempunyai efek racun sianida yang cukup kuat.

  • Brokoli

    Bahan beracun dalam brokoli adalah isotiosianat dan dilaporkan dapat mengakibatkan iritasi saluran pencernaan  jika dikonsumsi oleh hewan peliharaan itupun dalam jumlah banyak. Brokoli dapat diberikan ke GP hanya 1-2 kuntum kecil sebanyak 1-2 kali seminggu

  • Biji dan Rongga Buah Cherry

    Seperti Biji apel lubang dan biji pada buah cherry juga mengandung Glikosida cyanogenic. Gejala keracunan ringan termasuk sakit kepala, pusing, kecemasan, dan muntah-muntah. Dosis yang lebih besar dapat menyebabkan kesulitan bernapas, peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, serta gagal ginjal. Pada tingkat lanjut dapat berakibat koma, kejang-kejang, dan kematian karena gangguan pernapasan.

  • CokelatTheobromine, komponen dalam coklat, adalah senyawa beracun dalam coklat. Kafein juga terdapat dalam coklat, tetapi dalam jumlah yang jauh lebih kecil dari Theobromine. Theobromine dan Kafein adalah anggota dari kelas obat yang disebut Methylxanines.Efek Theobromine dan kafein efek pada tubuh :
    • Stimulasi Kardiovaskular
    • Tekanan darah meningkat (ringan)
    • Mual dan muntah

    Mengapa cokelat tidak beracun bagi manusia ?

    Manusia dapat memecah dan mengeluarkan Teobromina lebih efisien daripada hewan peliharaan

    berikut adalah kadar Theobromine perkiraan dari berbagai jenis cokelat:

    • Bubuk kakao kering = 800 mg / oz
    • Roti Cokelat (Tanpa pemanis coklat) = 450 mg / oz
    • Biji Kakao = 255 mg / oz
    • Cokelat setengah manis dan cokelat hitam manis = 150-160 mg / oz
    • Susu coklat = 44-64 Theobromine per ons
    • Coklat putih mengandung cukup banyak methylxanthines.
  • Permen dan Kembang Gula lainnyaXylitol adalah pengganti gula yang digunakan dalam permen karet, vitamin kunyah, permen, pasta gigi, dan produk lainnya. Meskipun studi empiris mengindikasikan xylitol mungkin aman untuk hewan peliharaan, pernah ada kasus makanan, permen dan pasta gigi yang mengandung xylitol menyebabkan kerusakan hati dan harus dihindari.
  • KopiMengandung caffine dan theobromine, dapat mempengaruhi kesehatan jantung dan sistem saraf
  • Kacang MacadamiaSenyawa beracun ini tidak diketahui tetapi mempengaruhi kacang makadamia adalah untuk menyebabkan kesulitan bergerak. hewan peliharaan mengembangkan getaran otot rangka, dan kelemahan atau kelumpuhan bagian belakangnya. hewan peliharaan yang terkena dampak sering terlihat tertekan, biasanya terengah-engah. Beberapa hewan peliharaan yang terkena mengalami pembengkakan tungkai dan nyeri.
  • JamurJamur liar dapat menyebabkan sakit perut, produksi air liur, yang berlebih, kerusakan hati, kerusakan ginjal, muntah, diare, kejang, koma, atau kematian pada hewan peliharaan.
  • BawangMenelan jumlah kecil dapat mengakibatkan gangguan pencernaan ringan, sedangkan jumlah yang lebih besar dapat menyebabkan anemia berat, terutama dengan jangka panjang konsumsi (seperti menaburkan pada makanan hewan peliharaan Anda). Efek toksik dari bawang merah adalah sama apakah produk tersebut mentah, dimasak atau dikeringkan.
  • Biji dan Rongga Buah Peach  Seperti Biji apel biji dan lubang pada buah persik juga mengandung Glikosida cyanogenic. Gejala keracunan ringan termasuk sakit kepala, pusing, kecemasan, dan muntah-muntah. Dosis yang lebih besar dapat menyebabkan kesulitan bernapas, peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, serta gagal ginjal. Pada tingkat lanjut dapat berakibat koma, kejang-kejang, dan kematian karena gangguan pernapasan.
  • Daun dan Buah Kentang Kentang telah muncul dalam buku-buku sejarah kita sejak diperkenalkan ke Eropa pada abad 16. Mereka muncul sebagian besar karena kegagalan panen dan kelaparan yang parah. Kentang mengandung racun Glycoalkaloid dalam batang dan daun dan bahkan di kentang itu sendiri jika dibiarkan dan didiamkan hingga berubah menjadi kehijauan (hijau adalah karena konsentrasi tinggi racun glycoalkaloid). Keracunan jarang terjadi, Kematian biasanya terjadi setelah periode kelemahan dan pusing, diikuti oleh koma. Mayoritas kasus kematian oleh kentang dalam lima puluh tahun terakhir di Amerika Serikat dikarenakan makan kentang yang sudah hijau atau minum teh daun kentang.
  • Daun RhubarbBagian daunnya mengandung jumlah Asam Oksalat yang cukup tinggi, yang merupakan asam nefrotoksik dan korosif yang hadir dalam banyak tanaman. Gejala keracunan meliputi gangguan ginjal, kejang-kejang dan koma. Tak jarang dapat berakibat fatal. LD50 (dosis mematikan median) untuk asam oksalat murni pada Guinea Pig adalah sekitar 375 mg / kg berat badan, atau sekitar 25 gram untuk 65 kg pada manusia.
  • GaramToksisitas garam dapat menjadi sangat parah dan hasil dalam tanda-tanda neurologis seperti hilangnya koordinasi, kejang dan pembengkakan otak, dan perlu diperlakukan dengan hati-hati oleh dokter hewan.
  • TehSama seperti cokelat, Daun Teh juga mengandung caffeine dan Theobromine, yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung dan sistem saraf pada guinea pigs.
  • Daun dan tangkai TomatTomat adalah tanaman berbuah yang termasuk golongan nightshades, seperti jenis nightshades lainnya, daun tomat dan batang mengandung Atropin dan Alkaloid Tropane lain yang beracun jika tertelan, menyebabkan kerusakaan organ pencernaan, dan nervous. Daun, batang, dan buah mentah hijau dari tanaman tomat juga mengandung sejumlah kecil tomatine alkaloid beracun, meskipun tingkatnya kecil untuk menjadi berbahaya. Tomat matang tidak mengandung tomatine, tanaman tomat dapat menjadi racun bagi hewan peliharaan jika mereka makan dalam jumlah besar buah, atau mengunyah bagian dari tanaman.
  • Ragi/adonan kue (yeast)Adonan yang telah tercampur ragi di dalamnya menimbulkan bahaya untuk hewan peliharaan yang mengkonsumsinya. Resiko pertama adalah karena adonan mengandung gas maka akan naik dan mengembang setelah tertelan,mengakibatkan rasa mual dan diare,dan juga dapat menyebabkan kerusakan usus. Ragi juga dapat memfermentasi gula, dan menghasilkan ethanol (alkohol) yang akan menimbulkan keracunan pada hewan.
  • Petai CinaPetai Cina (Leucaena leucocephala) adalah tanaman asli yang banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia, Malaysia, Filipina dan Australia bagian utara. Tanaman ini telah dibudidayakan pada beberapa negara tropis untuk digunakan sebagai pakan ternak. Petai cina bersifat palatable, mudah dicerna dan bergizi, dan mengandung 25% protein, tetapi mengandung sodium dan iodium yang rendah. Potensi toksisitas dari tanaman ini adalah kandungan Asam Amino Non-Protein, merupakan senyawa toksik yang dapat mengganggu kesehatan hewan peliharaan.
    Keracunan tanaman ini dapat menimbulkan kerontokan bulu, kurang nafsu makan, kehilangan bobot badan, rendahnya kesuburan, katarak pada mata, kuku kaki yang terkelupas dan bahkan kematian. Diet pakan berisi petai cina untuk hewan dianjurkan untuk tidak lebih dari 10%.
  • SingkongSingkong/Ketela Pohon/Ubi Kayu atau (Manihot utilissima) merupakan salah satu tanaman yang mengandung Glikosida Cyanogenic, Cyanogenic glycoside dapat dihidrolisasi oleh asam lambung sehingga dapat mengeluarkan HCN (sianida) yang bersifat beracun bagi kesehatan hewan herbivora. Keracunan ditandai dengan pernapasan yang dalam dan cepat, denyut nadi tidak teratur dan lemah, produksi air liur yang berlebih, kejang, koma dan kematian. Darah akan bewarna merah pucat karena mengandung oxyhemoglobin yang tinggi.  
  • Talas/Keladi Meskipun umbi serta daunnya jika diolah secara benar dan matang dapat dikonsumsi namun jika Bagian dari tumbuhan seperti umbi, batang serta daun talas dan verbagai jenis varietasnya (Caladium) yang mentah cukup membahayakan.Talas mengandung Kalsium Oksalat, yang jika tertelan dapat menyebabkan iritasi parah pada mulut dan tenggorokan dan juga dapat menjadi iritasi pada saluran pencernaan. anak-anak serta hewan peliharaan  yang mungkin menggigit pada dedaunan dan bagian tumbuhan semua berisiko.Sumber :

    http://www.guinealynx.info/healthycavy.html

    http://www.cavyspirit.com

    http://www.kornage.co.uk/feeding_guinea_pigs.htm.

    http://chemistry.about.com/b/2007/09/12/yes-apple-seeds-and-cherry-pits-are-poisonous.htm

    http://en.allexperts.com/q/Guinea-Pigs-1574/bad-foods.htm

    http://members.aol.com/squeakpig/vitc.html – uses info from:
    United States Department of Agriculture: Food Industry Red Book: Nutrient Tables. US Government Printing Office (1998). Washington, DC:
    http://www.thefruitpages.com/contents.shtml – uses info from:  Nevo Foundation: Nevo table, Netherlands Nutrition Centre (1996)
    http://www.naturalhub.com/natural_f…t_vitamin_c.htm – uses info from: Unites States Department of Agriculture: Nutrient Database for Standard Reference, Release 12 (1998)

    http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_poisonous_plants

    http://vetmedicine.about.com/od/toxicology/Toxicology_Poisons_.htm

    http://www.vetinfo.com/dtoxin.html+

    http://www.feednfarm.com/petsandpoison.html

    http://listverse.com/2009/01/06/top-10-poisonous-foods-we-love-to-eat/

    http://www.petalia.com.au/templates/storytemplate_process.cfm?story_no=257

    http://vetmedicine.about.com/cs/nutritiondogs/a/chocolatetoxici.htm

    http://bbalitvet.litbang.deptan.go.id

    http://museum.gov.ns.ca/poison/?section=species&id=73

    http://www.petinsurance.com/healthzone/education/pet-poisons-and-toxins/toxic-food-for-pets.aspx

    http://arenlovesu.blogspot.com/2010/06/budidaya-alpukat.html

    *thanks a lot bro Kaku😀

Comments
  1. tanianyaw says:

    :thumbs up bro🙂

  2. kaku says:

    ih,.bau jempol =P
    dtunggu inputnya sis nyaw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s