Real Stories : Kandang Berjeruji Bisa Membuat Kaki Pet Diamputasi

Posted: March 19, 2011 in All About Cages

Pada trit GPL-Kaskus banyak sekali pertanyaan mengenai alas kandang yang baik, dan jawaban para GPL selalu sama : hanya gunakan kandang dengan alas yang rata, kandang berjeruji tidak aman bagi GP. Meskipun begitu, masih banyak juga foto-foto GP yang di posting di GPL yang menunjukkan bahwa masih banyak GP owners yang bersikeras menggunakan kandang berjeruji/kandang petshop dengan alas jeruji/kandang bambu (bahkan mungkin di kalangan GPL sendiri). Banyak juga yang menggunakan kandang alas jeruji yang diberikan alas sebagian hanya agar GPnya memiliki “sedikit ruang”. Sehingga ketika nanti ada yang bertanya mengapa masih menggunakan kandang berjeruji, masih bisa dijawab “itu ada alasnya sedikit”..

Alasan penggunaan kandang seperti itupun bermacam-macam :

– Lebih mudah membersihkannya (kalau aja mereka tau, menggunakan fleece jauh lebih mudah membersihkannya)

– Lebih steril (bagaimana bisa lebih steril kalau pup/pee-nya menggenang?bagaimana bisa steril kalau masih tercium bau)

– GP lebih bersih dan terhindar dari pup/pee-nya (alasan yang sangat tidak logis, kaki GP akan tetap menapak di tatakan pup/pee-nya, pup yang terkena pee akan tetap basah di bawah, ditambah dengan resiko bumblefoot)

Kalau dipikir-pikir, membuat kandang dengan alas datar yang mungkin lebih ribet memang sangat terkesan berlebihan atau bahasa kerennya “lebay”. Hal itu pula yang terlintas di pikiran saya ketika dulu saya mendapat kritikan pedas dari forum GPC mengenai pendapat saya untuk menggunakan kandang dengan alas bambu. Alasan mereka “kuku GP sangat kecil, dan kecelakaan masih sangat mungkin terjadi”. Super lebay…itu pikiran saya (trit saya bisa dibaca disini :http://www.guineapigcages.com/forum/about-cages/47841-share-using-bamboo-alternative-cage.html). Meskipun begitu, saya tetap mengikuti apa yang disarankan : menggunakan kandang beralas datar.

Hingga beberapa bulan sesudahnya, saya masih menganggap pendapat itu super lebay, karena sejauh itu masih belum ada kasus mengenai kecelakaan GP yang melibatkan alas kandang. Meskipun begitu, penggunaan kandang beralas datar tetap selalu disarankan dan penggunaan kandang berjeruji sudah tidak lagi disarankan di GPL.

Pendapat mereka mulai terbukti setelah beberapa bulan lalu ada GPL yang nekat menyarankan kepada temannya untuk menggunakan kandang berjeruji untuk GPnya. Meskipun begitu, kadang saya masih lalai dengan tidak menegur GPL yang masih menggunakan kandang berjeruji. Selang beberapa minggu, GPL tersebut panik dan menyebutkan kalau GP temannya pincang karena kelalaiannya dalam memberi informasi. Beberapa minggu kemudian, cowo saya yang memelihara beberapa kelinci di dalam kandang bambu cerita ke saya bahwa kaki kelincinya harus diamputasi karena terperosok ke sela-sela bambu. Nampaknya kelinci tersebut berusaha membebaskan diri dengan meloncat, dan tanpa disadari hal itu malah membuat kakinya patah. Dan ketika saya main ke rumahnya, keadaan kelincinya sungguh memprihatinkan. Bahkan untuk mencapai tempat makannya saja, kelinci tersebut harus ngesot.

Beberapa hari yang lalu, saya iseng-iseng ngaskus di subforum mamalia dan tanpa sengaja membuka sebuah trit yang mengingatkan saya kepada kasus diamputasinya kaki kelinci cowo saya : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7488086

Sewaktu saya membacanya, saya kaget karena ternyata hewan yang mengalami ini adalah guinea pig. Dan kata-kata yang ada di pikiran saya waktu itu adalah “ternyata mereka sama sekali tidak lebay, apa yang mereka kritik dan sarankan itu adalah hal yang sangat mungkin terjadi”. Saya copas isi dari trit tersebut :

agan dan sis, saya butuh bantuan ni..

seminggu yang lalu guinea pig saya mengalami pembengkakan kaki kanan, saya tau saat memandikannya…tidak lihat kejadian penyebabnya, kemungkinan besar nyangkut di kandang…

saya kira GP nya terkilir, oleh karena itu saya cuma oles minyak telon dan di kompres air hangat lalu saya perban…

besoknya saya kasih anti biotik sirup anak dan sering saya kompres rivanol kakinya, karena bengkak..

seminggu berjalan, saya mulai panik karena tidak sembuh-sembuh, jangan-jangan patah tulang… 

lalu saya mulai telfon dokter hewan… saya coba telfon dokter hewan dekat rumah, namun dokter tersebut menyarankan agar di rontgen dulu ke klinik rujukannya..

saya pun kesana dan minta supaya kaki GP di X-ray… biayanya lumayan Gan…  110 ribu cuma buat jepret jepret dua kali doank… 

setelah itu saya bawa hasilnya ke dokter hewan, dan ternyata gan dia bilang…

AMPUTASI 

seketika itu saya lemes, berkunang-kunang, keringat dingin, mual, dan hampir pingsan….

saya gk mau hewan kesayangan saya ini sampai harus amputasi… karena jujur, saya gk tega lihatnya…

saya tanya, “Dok bisa diusahakan untuk disambung, tidak apa2 bentuknya tidak seperti dulu, asal bisa dipakai jalan…..”

Dia bilang tidak bisa gan  tulang nya patah dan ada bagian yg nusuk ke kulit…dia bilang takutnya infeksi, bla,,,bla……dan dia bilang sudah terlalu lama….tidak langsung dibawa…sudah berhari-hari lebih dari seminggu begitu tidak bisa lagi diperbaiki….AMPUTASI!!!

sumpah gan, saya bingung…sedih…dan merasa bersalah ke hewan peliharaan saya……

FYI biaya amputasi sekitar 300 ribu gan..  pusing..

tolong donk gan, kali aja ada agan yg bisa tau…saya harus bagaimana…

dan kali ada rekomendasi dari agan..mengenai dokter ahli tulang buat hewan kecil….dokter yg gk bikin pasiennya pingsan ditempat 

dokter yg bisa bantu baik secara fisik maupun batin…fisik hewan kesayangan dan batin si pemilik….

apa benar gan cara satu2nya adalah AMPUTASI?? tolong share pengalamannya yah..saya butuh saran secepatnya… 

Kalau sudah seperti ini, tidak ada yang bisa disarankan selain kata sabar, tabah, dan agar pengalaman ini dapat dijadikan pelajaran bagi owner yang bersangkutan, dan juga bagi kita semua. Mungkin ada baiknya kalau kita sama-sama renungkan, apakah yang telah kita siapkan bagi pet kita memang sesuai dengan kebutuhan dan keamanan mereka. Ataukan ada hal-hal yang mungkin dapat mengakibatkan GP kita cedera.

Sudah terdapat beberapa kasus dimana pet menjadi korban karena kelalaian manusia. Haruskan kita menambah jumlah kasusnya dengan kelalaian yang kita lakukan? Saya harap tidak. Moga-moga sharing ini bisa mengingatkan kita semua tentang betapa bahayanya menggunakan kandang berjeruji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s