Guinea Pig dan Kelinci di Kandang yang Sama? That’s a NO!

Posted: August 5, 2010 in Guinea Pig Behaviour and Their Social Life

Sering kita lihat di peternakan, kios kelinci atau bahkan kelinci dan GP owners banyak yang menempatkan GP dan kelinci dalam satu kandang.  Biasanya alasan-alasan yang sering digunakan adalah :

– Kelinci saya sayaaaaang banget ma GP saya. They love each other so much!

– Makanannya kan sama, dan mereka sama-sama rodensia

– Mereka akur koq!

– GP saya ngelindungin kelinci-kelinci dari incaran tikus2 nakal

Dan masih banyak lagi alasan lain yang digunakan.

Apapun alasannya, menempatkan kelinci dan GP di kandang yang sama tidak bisa dibenarkan sama sekali. GP dan kelinci adalah dua spesies berbeda yang memiliki :

– Makanan yang berbeda

– Ukuran tubuh yang berbeda

– Kekebalan tubuh yang berbeda

– Kehidupan sosial yang berbeda

Sekarang mari kita lihat satu-satu…

1. Makanan yang berbeda

Guinea Pig membutuhkan makanan yang banyak mengandung vitamin C, sementara kelinci membutuhkan makanan yang banyak mengandung vitamin A. Untuk itu pemberian sayur dan pellet juga harus dibedakan. Pada saat kita memberikan sayur/pellet, bisakah kita mengontrol sayur/pellet yang dimakan oleh kelinci/GP kita atau berapa banyak yang dimakan kelinci/GP kita.  Pellet untuk kelinci biasanya juga ditambahkan dengan antibiotik yang aman bagi kelinci, namun berbahaya bagi GP. Pertimbangan lain adalah kelinci makan jauh lebih cepat dari GP, apabila kita meletakkan pellet dan membiarkan mereka makan bersama, kemungkinan terburuk adalah jatah pellet GP habis dimakan oleh kelinci (katakanlah misalnya Anda nekat memberi mereka pellet yang sama).

2. Ukuran tubuh yang berbeda

Kelinci dapat tumbuh lebih besar dari seekor kucing, sementara GP tidak akan tumbuh sebesar itu. Kaki-kaki kelinci didesain kokoh agar kuat melompat. Kelinci suka menyentakkan kakinya untuk menunjukkan bahwa ia sedang kesal, dan suka melompat-lompat tinggi ketika dia gembira. Sementara GP lebih rapuh dari kelinci, satu tendangan dari kelinci dwarf sekalipun dapat menimbulkan cedera yang parah bagi GP. Jadi permasalahannya bukan apakah kelincinya agresif atau tidak, tetapi kapanpun kecelakaan yang tidak diinginkan dapat terjadi…disengaja ataupun tidak disengaja.

3. Kekebalan tubuh yang berbeda

Karena GP dan kelinci adalah dua spesies yang berbeda, maka tingkat kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit juga berbeda. Pada kelinci, salah satu penyakit yang sangat umum ada pada pernafasan kelinci adalah adanya bakteri Pasteurella. Penyakit ini dapat dikontrol dengan adanya antibiotik yang tepat, meskipun penyakit ini dapat menjadi carrier bagi keturunannya. Kelinci dapat hidup panjang meskipun dengan adanya penyakit ini, bahkan terkadang tidak menimbulkan gejala sama sekali. Sebaliknya, GP adalah hewan yang lemah terhadap penyakit pernafasan, dan sistem imun pada GP tidak didesain untuk mengatasi penyakit ini. Ketika GP terinfeksi bakteri Pasteurella, efeknya bisa berakibat kematian.

4. Kehidupan sosial yang berbeda

Karakter GP dan kelinci sebenarnya sangat berbeda. GP adalah hewan yang memiliki kebutuhan akan adanya teman dan lingkungan sosial, tetapi di sisi lain GP juga hewan yang membutuhkan tempat-tempat privasi dan dominasi terhadap suatu area kekuasaannya. Berbeda dengan kelinci, yang sangat membutuhkan kedekatan batin dan fisik dengan sesamanya.

Ada sebuah cerita dari sebuah forum GP (saya lupa apakah guinealynx atau guineapigcages atau forum lainnya) tentang seseorang yang sangat menyayangi kelincinya. Suatu saat, dia membawakan teman bagi kelinci tersebut, seekor GP. Kelinci tersebut senang sekali, begitu pula dengan GP tersebut. Si kelinci dengan segera menjilati bulu2 GP sesuai dengan kebiasaannya dan selalu tidur disampingnya. Mereka amat sangat akur, dan sering terlihat bermain bersama. Lama kelamaan, si pemilik melihat bahwa si kelinci terlihat kurang bahagia dan sedikit kesepian. Sementara si GP mulai mencari tempat privasinya yang sedikit lebih jauh dari si kelinci. Si pemilik bertanya-tanya apa penyebabnya, lama-kelamaan diapun sadar bahwa kelinci itu selalu terlihat kesal dan menjauh dari sahabatnya itu setelah selesai menjilati badan sahabatnya. Kelinci itu menyundul-nyundul badan si GP dan berusaha meminta si GP untuk menjilati badannya juga. Si GP yang memang tidak memiliki kebiasaan itu, tentu saja tidak melakukannya. Dan setelah si pemilik menemukan jawabannya itu, ia langsung membawakan seekor kelinci dan seekor GP bagi kedua peliharaannya tersebut. Kelinci dan GP itupun kemudian dipisahkandangkan, dan terlihat lebih bahagia…

Comments
  1. dewdew says:

    iyalah bayangin deh kalo manusia tinggal sama monyet satu kamar walaupun monyet dan manusia hampir sama tp beda kan…
    LOL

  2. Irish says:

    sorry nih sebelumnya kalo OOT, GP saya baru melahirkan satu anak,, naah udah 2 hari dari lahiran, si jantan dipisah kandang (menurut orang-orang sekitar saya), tapi selama itu, si jantan kayanya panik terus, ngeluarin suara2 keras, trus bolak-balik di kandangnya kaya nyari si betinanya,,
    kapan ya gp jantan bisa disatuin lagi di kandang bareng betina dan anaknya?
    makasih..^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s