Hunting GP Tips & Tricks!

Posted: August 3, 2010 in What Must You Know First

Sebagai seorang calon pembeli, kita harus pintar-pintar dalam memilih penjual. Banyak penjual yang menawarkan harga murah tetapi kualitas GP kurang baik/sakit. Akibatnya, kita harus menguras kantung lebih untuk menyembuhkan GP tersebut (adil ga kalau penjualnya yang bikin GPnya sakit, tapi kita yang ngeluarin duit buat nyembuhin GPnya?). Percaya atau tidak, banyak penjual hewan yang memang sengaja menyengsarakan hewannya untuk menimbulkan rasa iba pembeli (taktik marketing). Penjual-penjual di pinggir jalan/kios adalah tempat-tempat yang biasanya menerapkan taktik seperti itu. Haruskah kita membeli GP yang sakit dengan tujuan untuk menyelamatkannya? Tidak, karena dengan membelinya, penjual tersebut akan menjual GP2 sakit lainnya agar pembeli yang iba mau membelinya. Apabila Anda memutuskan untuk membeli di breeder, carilah breeder yang memang memberikan perawatan yang baik kepada GP2 yang dijualnya. Tanyakan mengenai kandangnya, makanan yang diberi, perawatan rutin yang dilakukan, dsb, kalau perlu cek TKP langsung atau minta foto kandang dan makanannya. Secara tidak langsung, ini akan berpengaruh terhadap kesehatan GP yang akan Anda beli.
Selain melihat dari segi kesehatan GPnya, yang harus dipertimbangkan adalah jenis/breed apa yang Anda inginkan. Hal ini penting, karena ketika kita memiliki barang yang kita sukai, secara otomatis kita akan merawatnya baik-baik. Begitu pula dengan GP. Begitu kita memilih breed yang kita suka, pasti akan dirawat dengan baik. Jangan terburu-buru membeli GP yang sebenarnya tidak sesuai dengan keinginan hanya karena “yang penting punya dulu”. Ingat, Anda akan menghabiskan waktu sedikitnya 7 tahun bersama GP Anda.

TEMPAT-TEMPAT YANG MENJUAL GP ?

Kami tidak memberikan rekomendasi secara detail mengenai tempat-tempat yang menjual GP. Calon owner bisa coba browsing dan cari seller/breeder yang menjual secara online atau datang langsung ke breeder yang ada di sekitar tempat tinggal calon owner.  Sebelum memutuskan untuk membeli, coba pertimbangkan kemungkinan untuk mengadopsi GP, cari informasi tentang hibah GP. Hindari membeli GP dari petshop, pasar hewan atau seller/breeder yang kurang mengerti mengenai GP. Pelajari cara mengenali GP yang sehat, dan pastikan bahwa GP yang akan dibeli benar-benar GP yang sehat.
CARA MEMILIH GP YANG SEHAT :
1. GPnya aktif/tidak, perhatikan saat berlari, lurus/tidak. Klo larinya tidak lurus/sempoyongan ato muter2/zig zag ga jelas, ada kemungkinan sakit.
2. Matanya jernih dan bening/tidak, belekan/tidak, di sekitar matanya ada sesuatu yang mencurigakan/tidak (penampakan seperti ketombe misalnya bisa jadi indikasi klo GPnya kena jamur). Mata yang buram/keabu-abuan bisa jadi indikasi GPnya rabun
3. Hidungnya basah ga, bersih ga, ada luka ga, ada jamur ga
4. Nafasnya berbunyi ga, GP normal nafasnya ga berbunyi
5. Liat kulitnya, bersih ga, kaya ada ketombenya ga, ada kutunya ga, ada luka ato pitak ga
6. Liat telinganya, bentuknya rapi ga (klo telinganya bentuknya ga rata biasanya ada kemungkinan scabies), ada bulu di telinganya ga (GP normal punya bulu sedikit di telinganya), ada ketombe ga
7. Liat pantatnya, pantatnya kotor ga, biasanya pantat yang kotor bisa jadi karena GPnya diare
8. Liat giginya, gigi normal GP harusnya gigi atas berada didepan gigi bawah, klo kebalik ato bentuknya ga normal sebaiknya jangan dibeli
9. Liat kakinya, ada keanehan ga. Ada GP yang memang mempunyai spurs (liat tentang spurs di daftar isi halaman pertama), dan itu ga berbahaya, hanya memang patut dipertimbangkan mengingat spurs itu ada kemungkinan muncul lagi dan harus dicabut.
10. Liat kelaminnya, sebaiknya jangan salah beli. Pilih kelamin yang sesuai ma keinginan
11. Liat putingnya (terutama klo yang betina) klo ada putih-putih kaya ketombe pada putingnya ditakutkan memiliki ovarian cyst. Botak di bagian kiri-kanan badannya juga bisa jadi indikasi ovarian cyst.
12. Liat kandang tempat dia dibesarkan, ada GP yang sakit ga. Kemungkinan untuk tertular oleh temannya yang sakit cukup besar.
13. Liat bentuk dan warna kotoran pada kandangnya, bentuk pup GP harusnya cukup padat dan berbentuk lonjong (ada kemungkinan sedikit basah), tapi bukan yang hancur/lembek seperti kotoran kucing/ayam. Klo ada darah di sekitar kotorannya atau pee-nya itu patut dicurigai.

SARAN MEMBELI GP :
-Carilah info yang cukup mengenai GP agar tidak tertipu
-Belilah pada breeder yang terpercaya dan peduli pada kesejahteraan GP
-Pilih tujuan memelihara GP, untuk dipelihara/breeding
-Pilih breed yang paling disukai
-Sering-seringlah bertanya sebelum membeli, itu akan membantu Anda memutuskan apakah si penjual adalah penjual yang baik/tidak
-Perhatikan perkiraan usia, gerak gerik dan kesehatan GP yang akan dibeli
-Pintar-pintarlah menawar, membandingkan harga dan kualitas.
-Ketika membeli di pasar hewan, usahakan jangan pakai kata “guinea pig” tapi pakai kata marmut. Begitu penjual tahu Anda mengenal guinea pig, dia akan berasumsi kalau Anda sudah tau bahwa harga GP itu lumayan mahal, akhirnya nanti harganya dimahalin.

GIMANA CARANYA SAYA TAU KALO SAYA BELI GP DI BREEDER YANG TEPAT?

Mengetahui apa seorang breeder adalah breeder yang baik atau tidak memang tidak mudah. Banyak sekali breeder yang berkata “Saya juga pet lover, jadi cintailah calon peliharaanmu seperti saya menyayanginya” tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Sebagian dari mereka mungkin memang tidak tahu bahwa cara mereka salah,  tapi ada juga yang memang dengan sengaja meminimalkan perawatan GP-GPnya dengan alasan :

– lebih praktis

– lebih mudah

– lebih hemat

– lebih diuntungkan

Alasan-alasan diatas jelas sama sekali tidak menunjukkan bahwa mereka adalah pet lovers, sebaliknya itu semakin menunjukkan bahwa tindakan breeding yang mereka lakukan lebih didasari pada uang.

Lalu apakah artinya semua breeder itu buruk dan money oriented?

Kita tidak boleh naif. Semua breeder pasti menjual hewannya untuk mendapatkan keuntungan, hanya saja seberapa besar keuntungan yang didapatkan mampu mereka sisihkan untuk memberikan perawatan yang (setidaknya mendekati) layak kepada hewan-hewan yang akan dijualnya. Semakin baik perawatannya, semakin dekat breeder tersebut dengan apa yang kita sebut dengan “RESPONSIBLE BREEDER”.

Apa itu responsible breeder?

Responsible breeder atau apa yang disebut dengan breeder yang baik memiliki tugas dan kewajiban yang amat sangat kompleks. Breeder seperti ini sangat jarang dan langka. Banyak orang yang tertarik untuk menjadi breeder, tapi sangat sedikit yang menjalankannya karena benar-benar memiliki keinginan yang tulus terhadap hewan yang dibreedingnya. Tapi bukan berarti karena ada pembenaran terhadap adanya responsible breeder, semua orang berhak dan dapat menjadi breeder. Ingat, mengembang biakkan hewan tidaklah sulit, tapi adanya moral, pengetahuan, dan tingkat intelegensi manusia harus dapat mendasari segala tindakan kita ketika kita berhubungan dengan sesama makhluk hidup. Breeder yang baik menyadari hal ini, dan menerima segala tanggung jawabnya dengan tujuan agar hewan yang dibreedingnya kelak mendapatkan rumah dan keluarga yang baik, dan bukan menjalankan kegiatan breedingnya sebagai sebuah ajang mesin pencetak uang terbanyak.

Lalu poin-poin apa sajakah yang menjadikan seorang breeder dianggap sebagai responsible breeder?

1. Breeder yang baik MENGEDUKASI DIRINYA SENDIRI DAN CUSTOMERNYA, mengetahui hal-hal dasar mengenai perawatan GP, mulai dari pola makannya, hingga hal-hal yang bersifat pengobatan GP. Breeder yang baik TIDAK AKAN MEMBERIKAN INFORMASI YANG SALAH MENGENAI PEMELIHARAAN GP DAN TIDAK AKAN MEMBIARKAN CUSTOMERNYA MEMBELI SESUATU YANG TIDAK BAGUS BAGI GP, termasuk membiarkan customernya membeli kandang yang berjeruji, makanan berupa biji-bijian atau bahkan vitamin yang tidak perlu dan hal-hal lain yang berbahaya bagi GP. Mereka akan menyarankan yang terbaik bagi GPnya. Mereka aktif mencari informasi baru mengenai bagaimana merawat GP yang baik, bagaimana melakukan pengembangbiakan yang baik.

2. Breeder yang baik MELAKUKAN RESEARCH TENTANG GENETIKA DAN PERKEMBANGBIAKAN GP. Mereka harus mempelajari tentang bagaimana menghasilkan anakan yang baik, bagaimana melakukan mix breeds, resiko dari setiap perkawinan baik dari segi genetik turunan ataupun penyakit turunan.  Breeder yang baik mengetahui bagaimana untuk mencegah terjadinya anakan lethal dan penyakit turunan serta genetik.

3. Breeder yang baik MENGUTAMAKAN KESEHATAN DAN KUALITAS HEWANNYA. Untuk itu mereka selalu menjaga kebersihan hewannya, menempatkan kandang-kandang di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik, meminimalkan bau pada kandang, membersihkan kandangnya sesering mungkin, menempatkan GP2nya di dalam ruangan. Breeder yang baik juga selalu meng-groming hewan-hewannya, membersihkan telinga, kuku dan hal-hal lain yang mendukung kebersihan dan kesehatan GPnya. Breeder yang baik bekerja bukan berdasarkan pada “praktis” saja, tetapi bagaimana menjaga kualitas dan kesehatan hewannya.

4. Breeder yang baik MENDATA SETIAP HEWANNYA, mereka mengerti pentingnya silsilah keluarga hewan yang dibreedingnya akan mempengaruhi kualitas breeding, mereka juga paham pentingnya mendata : nama, jenis kelamin, nama kedua induknya,  tanggal kelahiran (saya yakin semua calon pemelihara akan excited sekali mengetahui kapan piaraannya dilahirkan), penyakit bawaan, penyakit yang pernah diderita, perkembangan berat badan tiap minggunya bahkan mampu menceritakan karakter masing-masing hewan yang dijualnya apabila diminta. Mereka memperhatikan masing-masing hewannya seperti memperhatikan anak mereka sendiri.

5. Breeder yang baik MENGENAL SIFAT DAN KARAKTER GP2 YANG DIMILIKINYA. Breeder yang baik akan mampu memberi saran kepada Anda mengenai karakter GP yang cocok untuk Anda, mengenal mana GP yang submissive dan mana yang dominan pada saat Anda bertanya, mengerti bagaimana sifat dan sikap masing-masing GPnya ketika berada di lingkungan herd/kelompoknya, mampu memilihkan GP yang kira-kira memiliki kecocokan karakter dengan GP yang Anda miliki di rumah, atau bahkan bersedia membantu proses introduction dengan GP dirumah.

6. Breeder yang baik MENYEDIAKAN MAKANAN YANG BERKUALITAS DAN DIBUTUHKAN, air dan makanan bersih harus selalu tersedia. Mereka tau komposisi makanan yang baik, dan memberikan semuanya sesuai dengan takarannya. GP2 mereka terlihat gemuk bukan karena diberikan obat-obatan penyubur, makanan dengan karbohidrat/protein yang tinggi, dan overfeeding, tetapi GP mereka terlihat gemuk karena mereka sehat secara natural. Rumput atau hay diberikan secara unlimited.

7. Breeder yang baik MEMBERIKAN KANDANG YANG LAYAK BAGI HEWANNYA, tidak menjejalkan banyak GP ke dalam satu tempat yang sempit tetapi setidaknya memiliki area yang cukup untuk bergerak dan bermain. Mereka tau bahwa kandang berjeruji dapat melukai GP, mereka tau bahwa tanah tidak memberikan sanitasi yang baik bagi GP, mereka tau cara menjaga kandang dan GP2nya tetap kering dan terbebas dari pee dan pup, mereka tau dan menggunakan bedding yang aman bagi GP. Kandang berukuran 100cmx100cmx60cm bisa menjadi kandang yang cukup ideal bagi 5-7 ekor GP. Kenapa tinggi dibuat 60 cm? Karena GP tetap memerlukan sirkulasi udara yang baik.
JANGAN PERNAH MEMBELI DARI BREEDER YANG MENGGUNAKAN KANDANG BERALAS JERUJI, KAWAT, DAN SEJENISNYA. Apapun alasannya, breeder yang baik tahu bahwa kandang dengan alas yang tidak datar dapat menyebabkan bumblefoot dan sangat berbahaya bagi GP. Alasan agar GP terhindar dari pup dan pee-nya bukanlah alasan yang baik, banyak breeder yang tetap menggunakan alas datar dengan bedding yang baik walaupun mereka tahu bahwa itu artinya mereka harus membersihkan kandang lebih sering. Alasan bahwa jeruji/kawat yang digunakan memiliki rongga yang sangat kecil bahkan lebih tidak masuk akal lagi, kuku GP sangat mudah terjepit dan bisa menyebabkan cedera ringan bahkan patah jari. Hal ini pernah dan sering terjadi! Seorang breeder yang baik tidak mungkin mengabaikan hal-hal kecil seperti ini.

8. Breeder yang baik TIDAK MENJUAL HEWANNYA KE PASAR HEWAN, ATAU TEMPAT-TEMPAT LAIN YANG KIRA-KIRA AKAN MENYENGSARAKAN HEWANNYA. Mereka menjualnya langsung kepada calon pemelihara. Ini adalah salah satu cara agar mereka bisa sekaligus mengedukasi para customernya. Mereka bahkan tidak segan-segan untuk membeli kembali hewan tersebut apabila sewaktu-waktu customernya melakukan tindakan animal abuse terhadap peliharaannya.

9. Breeder yang baik TIDAK MEMBREEDING HEWAN LEBIH DARI YANG SANGGUP DITANGANINYA. Banyak breeder yang membreeding hewan sebanyak-banyaknya agar cepat beranak (artinya, mereka ingin cepat balik modal dan dapat untung). Breeder yang baik tau pasti bahwa hal tersebut dapat berakhir dengan minimnya perawatan dan overpopulasi. Breeder yang baik tau bagaimana cara menangani agar hewannya tersebut tidak mengalami overpopulasi dan tetap terjaga perawatannya. Untuk itu, breeder yang baik HANYA MEMBIARKAN SETIAP HEWANNYA MELAHIRKAN 1-2 KALI SAJA DALAM WAKTU SETAHUN.

10. Breeder yang baik TIDAK MEMBUANG HEWAN YANG SUDAH TIDAK BISA DIBREEDING. Mereka tetap memeliharanya, dan malah mensterilnya dan mempensiunkannya setelah usia 4-6 tahun.

11. Breeder yang baik TIDAK MENGANDANGKAN SEMUA GPNYA BERPASANG-PASANGAN SECARA PERMANEN! Breeder yang baik tahu bahwa hal ini bisa berakibat overpopulasi yang akhirnya akan merepotkan dirinya sendiri. Mereka tau pentingnya mengandangkan hewannya sesuai jenis kelamin masing-masing, dan hanya menyatukannya ketika akan dikawinkan. Setelah dikawinkan, breeder tersebut akan kembali memisahkan GP jantan dan betina.

12. Breeder yang baik MENGETAHUI RINCIAN KEUANGANNYA DAN CARA PENANGANANNYA TANPA MENYENGSARAKAN HEWANNYA, tau berapa besar modal yang dibutuhkannya untuk mengembangbiakkan GP yang berkualitas, berapa biaya yang dibutuhkannya untuk memberikan perawatan yang standar, dan berapa besar pendapatan yang akan didapatkannya. Dia tidak akan mengeluhkan tentang minimnya konsumen, atau besarnya biaya, atau sedikitnya GP yang terjual.

13. Breeder yang baik TIDAK AKAN MENJUAL GPNYA KE CUSTOMER YANG SALAH. Dia tidak akan langsung mengiyakan customernya, tetapi menggali informasi tentang customernya, perawatan seperti apa yang akan diberikan, berapa besar gaji/pendapatannya, dimana tinggalnya, dimana GPnya akan dikandangkan, siapa saja yang tinggal bersamanya, apakah semua anggota keluarga setuju dengan adanya hewan peliharaannya, apa yang akan dilakukannya ketika suatu saat customer tersebut harus mendadak pergi keluar kota/pindah, siapa yang akan membantunya merawat piaraannya, vet langganannya, bahkan biaya yang kira-kira sanggup dikeluarkan apabila terjadi emergency. Apabila diperlukan, breeder akan membuat suatu kontrak perjanjian tentang hal-hal diatas sebagai jaminan bahwa hewannya akan dirawat dengan baik dan mungkin akan menarik kembali hewannya apabila customer tersebut dianggap melakukan animal abuse dikemudian hari. Breeder yang baik akan mampu berkata TIDAK pada customer yang kira-kira tidak dapat merawat hewannya dengan baik.

14. Hal yang terpenting : Breeder yang baik JUJUR PADA KONSUMENNYA. Breeder yang baik tidak akan menutup-nutupi kondisi, kecacatan, atau kekurangan apapun yang terjadi pada GPnya. Kalau misalnya GPnya bulunya sedang tidak karuan karena korban barbering, breeder yang baik akan jujur dan menceritakan pada calon buyernya, apabila GPnya sakit, ada kebutaan, atau kondisi kecacatan lainnya, breeder tersebut akan menceritakan dengan terus terang dan tidak berusaha menutup-nutupi. Seorang breeder yang baik tidak akan berusaha menipu calon buyernya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, tetapi justru mengutamakan kejujuran karena kepercayaan konsumen merupakan hal penting yang menjadi awal kesuksesan.

Hal-hal diatas adalah gambaran ideal seorang breeder. Mungkin tidak banyak breeder yang mampu menjalankan tanggung jawab ini. Ketika memutuskan untuk membeli di breeder, mintalah mereka untuk menunjukkan kandang-kandangnya, tempat mereka digrooming, tempat mereka makan, dan jangan segan-segan bertanya tentang pengetahuan yang mereka miliki, mintalah pendapatnya tentang perawatan yang baik, obat yang kira-kira bisa dan aman untuk diberikan, bagaimana kandang yang layak, dan nilailah sendiri seberapa jauh breeder tersebut dari gambaran seorang responsible breeder.

Untuk menilai apakah seseorang termasuk responsible seller atau tidak akan jauh lebih sulit mengingat seller hanya berfungsi sebagai penyalur, tetapi poin-poin diatas masih dapat digunakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepedulian seller terhadap hewan yang dijualnya. Hal lain yang mungkin dilakukan (terutama apabila membeli secara online) adalah meminta seller/breeder untuk memasang beberapa foto tempat breeding/tempat mereka meletakkan hewan yang dijualnya, makanannya, perawatan yang diberikan, plus hewan yang akan kita beli di lokasi pemotretan sehingga dapat dipastikan bahwa foto-foto yang dipajangnya adalah foto2 yang real dan bukan hasil googling. Seller/breeder yang baik tidak akan takut untuk mempublikasikan tempat breedingnya karena mereka percaya bahwa perawatan yang mereka berikan adalah perawatan yang terbaik…

Comments
  1. Nissa says:

    Thanks for writing this post (and all the others.)

    Saya punya dua cavy yang saya “selamatkan” dari salah satu pet shop yang dibahas di atas (tidak memberi minum, etc.) Bisa dibilang saya termakan oleh marketing device sadis. Dibilang menyesal, nggak juga sih, mereka sekarang berumur 6 tahun dan masih sehat, tapi saya juga menyadari sih kalau perbuatan saya agak kurang bijaksana.

    Tapi ya itulah, cukup sekali aja. Sekarang saya cuma bisa nangis sedih di dalam hati kalo liat keadaan kaya gitu lagi.

    Better add one more to the list though. Saya agak lupa namanya sih, tapi ada pet shop di basement Botani Square, Bogor, yang guinea pigs-nya sakit-sakit, nggak dikasih minum, nggak dikasih pellets. Saya liat segerombolan cavies berantem-berantem buat makan beberapa wortel(!!!), baby carrots pula, di akuarium kaca kecil.

    Ketika saya complain kenapa mereka nggak dikasih air, alasannya banyak banget. Salah satunya yang bikin saya ketawa sinis: “Mbak, wortel itu ada kandungan airnya jadi mereka nggak perlu air.”

    Oh my god. Saya bilang, “Mbak, semua mahluk hidup juga butuh air. Kalo manusia nggak minum apa bisa bertahan?” Tapi kaya ngomong sama tembok. (>.<)

    Saya ninggalin nomor telpon untuk bicara dengan owner-nya juga pada akhirnya nggak ada yang menghubungi. And I don't think I need to tell you the poor condition of the rest of the animals there.😦

    Sorry ya, jadi agak too long; don't read.

    But seriously, thanks for doing such great work. We need to clear up misconceptions about these poor piggies.

    • makasih sharingnya sis🙂
      kadang2 memang kita dihadapkan pada situasi dimana kita ingin sekali menyelamatkan hewan dari petshop atau penjual2 yang kurang bertanggung jawab, dan memang sulit untuk berkata tidak, mungkin bukan kurang bijaksana tetapi memang sedikit *tertipu* oleh taktik marketing mereka. Banyak juga dari GPL yang membeli karena tidak tega, dan kami sangat memaklumi hal itu, terlepas dari masalah bijaksana/tidaknya🙂

      Semoga sis bahagia dengan GP2nya dan moga2 info2 disini cukup berguna…

  2. jojo says:

    maaf, tanya lg kk..hr ini sy hunting GP di denpasar..di pet shop tidak jual dan hny brtemu di pasar hewan..itu pun GP nya ga recomended…tubuhnya udah gede2 jg, pdhl saya mau cari GP yg masih muda… sy mau tnya..biasa GP memiliki tubuh seukuran GP dewasa saat umur brapa y? takutnya yg di pasar hewan itu udah uzurr umurnya…trima kasih…

    • Tergantung sis…biasanya diatas 8-9 bulan sudah mulai kelihatan besar. Kalau saran saya sebaiknya tidak mengambil resiko dengan membeli di pasar hewan, karena takutnya sudah terkena penyakit, baik penyakit kulit atau malah penyakit yang lebih berbahaya.

      Lebih baik cari hibahan aja atau mungkin bisa beli di breeder-breeder luar kota yang reputasinya terjamin🙂

  3. jojo says:

    tanya lg sis..sy udah dapet breder dari luar kota..tp masih bingung pelihara GP yg jantan atau betina?? apa si perbedaan GP jantan n betina?? apa mungkin rambut GP jantan lbh tebal atau mungkin GP jantan lbh besar gt?? thx lagi..

    • Ga ada perbedaan signifikan antara GP jantan dan betina kecuali dari jenis kelaminnya saja. Kalau ukuran, memang ada yang bilang kalau GP jantan biasanya berukuran lebih besar, tetapi sama seperti manusia, jenis kelamin laki-laki dan perempuan ga bisa dijadikan patokan ukuran badan, ada laki-laki yang mungil, ada yang besar, begitu pula dengan perempuan, ada yang besar dan mungil.

      Ada juga yang bilang GP jantan makannya lebih banyak, tetapi GP2 betina saya juga ada yang rakus dalam hal makanan.

      Ada juga mitos yang bilang kalo GP jantan lebih playful dan GP betina cenderung lebih curigaan. Tetapi itu juga balik lagi ke karakter GPnya.

      Satu hal yang menurut saya cukup berbeda dari GP betina dan jantan adalah GP betina cenderung lebih mudah bersosialisasi dengan GP betina lainnya, sementara GP jantan cenderung lebih sulit menerima kehadiran GP jantan lainnya, tetapi bukan berarti tidak bisa. GP jantan hanya cenderung lebih teritorial🙂

  4. jojo says:

    oee sist… makasih bnyak infonya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s